Sopir Taksi Bali Gelar Demonstrasi Tolak Uber dan GrabTaxi

Pengendara taksi lokal dan Aliansi Transportasi Lokal Bali pada hari Kamis (21/1) ramai-ramai berdemonstrasi dengan melakukan konvoi di Denpasar pada Kamis (21/1) untuk menentang kehadiran aplikasi pemesanan taksi Uber dan GrabTaxi.

Menurut Persatuan Sopir Taksi Bali (Pesotab) dan Aliansi Transportasi Lokal, layanan pemesanan taksi semacam Uber dan GrabTaxi ini bersifat ilegal dan akan menghancurkan mata pencaharian sopir taksi setempat yang bersifat mandiri.

Demonstrasi gabungan sopir taksi Bali di Gedung DPRD Bali, Denpasar. Sumber: Antaranews.com
“Pemerintah tidak bisa cuma berdiam diri dan mengabaikan nasib ribuan kami. Pemerintah harus tegas dan segera menghentikan perusahaan ilegal tersebut,” ujar koordinator aksi Ketut Witra.

Di dalam surat pernyataan persatuan sopir taksi yang disampaikan kepada DPRD Bali, para sopir mendesak pemerintah untuk tidak hanya melihat nilai proyek ketika mengeluarkan izin operasional.

“DPRD harusnya tidak secara cuma-cuma mengizinkan investor asing untuk mengeruk untung, dan mengesampingkan kami pemain lokal sebagai penonton,” ujar Ketut seperti dikutip Kompas.

Para demonstran melakukan aksi unjuk rasa sekitar beberapa menit di depan kantor DPRD sebelum akhirnya diminta masuk Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama.

Layanan taksi yang dilengkapi dengan aplikasi pemesanan memang semakin marak di Indonesia, ditengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan transportasi umum yang nyaman namun kekurangan fasilitas yang memadai.


Layanan seperti Uber yang memanfaatkan mobil pribadi sebagai angkutan taksi pun menjadi pilihan karena dianggap lebih murah dan enteng ketimbang taksi bermerek, meski legalitasnya kerap dipertanyakan di berbagai negara. Sementara itu GrabTaxi memiliki konsep menyatukan ribuan sopir taksi terpilih dari beberapa perusahaan taksi ternama untuk menyediakan layanan taksi di sekitar titik pemberhentian angkutan massal dan lokasi yang ramai penumpang.

Jaksa Agung Bersikeras Hukuman Mati Harus Dipertahankan

Jaksa Agung Republik Indonesia, HM Prasetyo bersikeras bahwa hukuman mati tetap harus dipertahankan dalam sistem peradilan Indonesia sebagai terapi kejut bagi pelaku kejahatan serius.

“Saya yakin bahwa pelaksanaan hukuman mati adalah semacam terapi. Memang tidak mengenakkan, namun tetap harus dilaksanakan,” ujar HM Prasetyo dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR yang membawahi urusan hukum dan HAM pada Rabu (20/1) kemarin malam.

Pernyataan ini disampaikan oleh Jaksa Agung sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh anggota Komisi III DPR dari Partai Demokrat, Ruhut Sitompul yang mempertanyakan tujuan dibalik hukuman mati dalam peradilan Indonesia.

Jaksa Agung HM Prasetyo dalam sebuah sesi tanya jawab. Sumber: Jakarta Post
November 2015, Jokowi menghentikan sementara eksekusi hukuman mati atas beberapa terpidana di tengah kerasnya tekanan dari pihak internasional. Namun, pemerintah pada saat itu berkilah sedang ingin fokus untuk mengembalikan angka pertumbuhan yang melambat ke angka 4,73 persen.

Namun Prasetyo membantah pelaksanaan hukuman mati tidak ada hubungannya dengan ekonomi. Ia menambahkan bahwa penyebab sebenarnya adalah reaksi berlebihan dari pihak asing yang menyebabkan eksekusi mati menjadi mandek.

Australia dan beberapa kelompok aktivis HAM dari negara-negara Barat giat mengecam tindakan pemerintah Indonesia yang memberlakukan hukuman mati yang diamanatkan dalam KUHP.

Tahun lalu, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, dua terpidana penyelundup narkoba asal Australia, telah dieksekusi pada bulan April dan sempat menyebabkan ketegangan hubungan diplomasi antara Indonesia dan negeri Kanguru.

Singapura Tangkap 27 Warga Bangladesh Terduga Anggota ISIS

Singapura menangkap 27 pekerja bangunan asal Bangladesh yang diduga sebagai pendukung kelompok teroris termasuk al-Qaeda dan ISIS. 26 diantaranya telah dipulangkan, demikian menurut pemerintah Singapura pada hari Rabu (20/1).

Kementerian Dalam Negeri Singapura mengatakan 27 warga Bangladesh ini telah ditahan sejak November dan Desember kemarin. 26 orang sudah dideportasi, sementara satu sisanya dipenjara karena mencoba kabur dari Singapura secara ilegal setelah mendengar vonis tersangka yang lain.

Menteri Urusan Islam Singapura, Yaacob Ibrahim. Sumber: Channel Newsasia
Sementara itu Kepolisian negara Bangladesh mengatakan bahwa 12 dari 26 orang yang dipulangkan ini telah dipenjara di Bangladesh dengan tuduhan “tindak terorisme.”

Tim penyidik Singapura membeberkan bahwa beberapa anggota kelompok tersebut pernah berencana untuk melakukan kekerasan bersenjata di luar negeri, namun tidak merencanakan serangan di dalam Singapura. Beberapa diantaranya bahkan mempertimbangkan untuk ikut dalam kelompok garis keras di Timur Tengah.

“Saya harap kita akan lebih awas, baik terhadap ajaran dan ideologi radikal, maupun pergerakan yang mencurigakan di sekitar kita,” ujar Menteri Urusan Islam Singapura, Yaacob Ibrahim di akun Facebooknya.

“Pada saat bersamaan, saya harap kita tetap bersatu dan tidak mencoba untuk melakukan diskriminasi terhadap pekerja asing disini.”


Setelah kemunculan ISIS di Suriah dan Irak, banyak propaganda yang dilancarkan kepada warga Bangladesh di luar negeri untuk kembali ke tanah air mereka dan melawan pemerintah Dhaka. Mereka bahkan mencoba untuk merekrut warga Bangladesh lainnya menjadi anggota mereka.

Polda Sulawesi Tengah Beberkan 17 DPO Anggota Santoso

Polda Sulawesi Tengah telah mengeluarkan daftar pencarian orang (DPO) terbaru di Poso pada hari Rabu (20/1). Pihak kepolisian berkata bahwa daftar ini berisi 17 nama baru, termasuk tiga diantaranya wanita yang bergabung dengan jaringan Abu Wardah dalam kelompok teroris Santoso.

“Nama-nama ini telah bergabung dengan kelompok Santoso di Poso,” ujar Kombes Leo Bona Lubis, Wakil Kapolda Sulawesi Tengah di Palu pada hari Rabu.

Leo mengatakan bahwa sebelumnya kelompok Santoso memiliki 28 anggota. Kini, angka ini meningkat menjadi 45 anggota, yang semuanya diprediksi hidup di daerah pegunungan dan hutan daerah Pesisir Bersaudara dan Lore di Poso.

Baliho Daftar Pencarian Orang di halaman Kantor Polres Poso. Sumber: okejoss.co
Leo mengatakan 17 nama baru ini ditemukan pada saat regu polisi menemukan sebuah dokumen di sebuah pondok yang dijadikan tempat persembunyian kawanan Santoso di wilayah pegunungan Poso Pesisir. Dokumen ini juga membeberkan rencana Santoso untuk melakukan beberapa serangan.

Saat ini, regu gabungan TNI dan Polri sedang mengadakan operasi bersama untuk memburu kelompok Santoso di Poso. Aparat juga memeriksa rumah-rumah yang diduga dimiliki oleh tersangka teroris tersebut.

Nama-nama yang dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang saat ini adalah sebagai berikut:

1. Santoso alias Abu Wardah alias San (dari Poso Pesisir/Pimpinan MIT)
2. Ali Kalora alias Ali Ambo (dari Desa Kalora, Poso)
3. Can alias Fajar alias Muh Fuad (dari Bima)
4. Faris Bima (dari Bima)
5. Nasir alias Cecep (dari Bima)
6. Sogir alias Yanto alias Mas Yanto (dari Bima)
7. Herman alias David (dari Bima)
8. Busro alias Dan alias Atif Bima
9. Taufik Buraga alias Upik lawanga (dari Kota Poso)
10. Moh. Basri alias Bagong (dari Kota Poso)
11. Mamat
12. Hamdra Tamil alias Papa Yusran alias Man (dari Desa Labuan, Poso)
13. Nanto Bojel
14. Mukhtar (dari Palu, Sulawesi Tengah)
15. Ibad

16. Samil alias Nunung (dari Tamanjeka, Poso Pesisir)

Beredar Isu Ahok Jadi Target Teroris Selanjutnya, Pengamanan Balai Kota Diperketat

Pasca terjadinya ledakan bom di Gedung Sarinah , pengamanan Balai Kota DKI Jakarta makin ditingkatkan. Apalagi telah beredar isu ditengah masyarakat yang menyebutkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama akan menjadi sasaran selanjutnya dari para pelaku terorisme.

Namun, Kepala Biro Umum DKI Jakarta Agustino Dharmawan telah menanggapi isu tersebut dan mengatakan belum ada informasi yang kuat terkaitnya pejabat Pemprov DKI yang dikabarkan akan menjadi target selanjutnya. 


Terkait peningkatan keamanan di Balai Kota. Agustino masih belum mengetahui secara pasti jumlah personel yang akan diturunkan. Namun yang pasti, peningkatan pengamanan di Balai Kota sudah diperketat mulai pergantian tahun sampai saat ini.

"Saya baru tahu kalau ada ancaman tersebut dan saya ingin tahu dari mana sumber itu berasal. Namun mengingat atas kejadian di Sarinah tersebut, kami juga terus meningkatkan keamanan di Balai Kota. Kami juga bekerja sama dengan TNI dan Polri," kata Agustino.

"Tapi yang jelas, Biro Umum DKI akan menurunkan 110 personel untuk pengaman dari dalam (pamdal). Personel tersebut setiap harinya akan diturunkan dengan jumlah segitu dan personel akan dibagi menjadi kelompok. Pagi dan siang harinya, ada 40 pamdal yang akan berjaga dan 30 staf pamdal berjaga pada malam hari,"  tandasnya.

Demi menjaga keamanan dan tetap berjaga-jaga, proses peningkatan keamanan telah dilengkapi detector yang dijaga petugas secara nonstop. Para pegamai maupun masyarakat yang keluar-masuk di komplek gedung harus melewati pintu tersebut. Hal ini sama apa yang dilakukan di gedung DPRD DKI yang berlokasi satu kawasan dengan Balai Kota.

Benarkah Jessica Pelaku Pembunuhan Kasus Kopi Mirna?

Misteri kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, wanita yang mati sehabis minum es kopi beracun di Kafe Olivier mulai menemukan titik terang. Dalam pemeriksaan Aparat Kepolisian yang awalnya mendatangkan Jessica Kumala Wongso sebagai saksi kunci korban, banyak melihat kejanggalan-kejanggalan yang mengarah jelas ke Jessica sebagai pelaku pembunuhan sesungguhnya.

Dimulai dari penolakan Jessica yang enggan mencicipi kopi maut Vietnam yang menewaskan Mirna, sedangkan Hani teman yang datang bersama korban beserta 2 staff pegawai Kafe Olivier berani mencicipi kopi 'racun sianida' tersebut. 

Dugaan ini semakin kuat terungkap bila dikaitkan tentang motif asmara sejenis diantara mereka sebelumnya, barang bukti celana jeans yang sengaja Jessica buang usai bertemu dengan Mirna, sampai "beredarnya rekaman suara para saksi kematian Wayan Mirna"

Mengutip dari merdeka.com. anda dapat menilai sendiri benarkah jessica pelaku pembunuhan kasus kopi mirna sebenarnya, berikut rekaman yang diduga percakapan antara Ayah Mirna, Polisi dan Pegawai Kopi Olivier Cafe:

Jessica Pelaku Pembunuhan Kasus Kopi Mirna
Photo Kenangan Wayan Mirna bersama Suami
Suara ayah Mirna : Yang dia taruh di bag itu, kayak dialingin (halangin) gitu?

Suara saksi perempuan dari kafe : Itu belum sampai situ.

Suara ayah Mirna : Oh belum sampai situ.

Suara saksi perempuan dari kafe : Kemudian minuman ini datang, diantar oleh staf kita. Karena sebelum diantar ke mejanya, dia kan datang pesan sendiri, tapi dia mau langsung tutup bill, "Saya mau bayar sekarang." Padahal minumannya saja belum dia buat. Dia mau langsung tutup bill.

Suara penyidik : Yang mau tutup bill ini siapa? Si jessica?

Suara saksi perempuan dari kafe : Si jessica. Dia mau bayar langsung. Salah satu staf kita mungkin ada pertanyaan atau apa. Mungkin bertanya, dia (Jessica) bilang, "Saya mau traktir teman saya, kasih surprise."

Suara ayah Mirna : Saya mau tanya satu, boleh ya pak? Proses pembuatan kopi itu sebenernya yang buat siapa?

Suara saksi perempuan dari kafe : Rangga.

Suara ayah Mirna : Total dari pertama buat sampai selesai kopinya Rangga?

Suara saksi perempuan dari kafe : Oh iya, kopinya.

Suara ayah Mirna : Nanti Rangga kamu siapin ya.

Suara penyidik 2 : Sudah sudah (disiapin). Sudah di-BAP.

Suara saksi perempuan dari kafe : Penyajiannya di depan tamunya Pak. Karena dari bar itu standart kita itu cukup cuma menyediakan susu, es batu dan kopi.

Suara penyidik : It's oke. Saya sudah tau. Menurut keterangan Bapak, katanya ada jessica yang ngelola (minuman) sendiri ya Pak?

Suara ayah Mirna : Bukan, bukan. Ngaduknya itu musti tamu.

Suara saksi perempuan dari kafe : Itu beda lagi. Kemudian dia minta tutup bill, dia datang lagi ke area kasir untuk bayar padahal minumannya belum jadi, belum dibuat. Yang mana itu jarang sekali terjadi. Kemudian dia kembali ke table, minumannya datang. Dia sudah memposisikan minuman ini ditempatnya masing-masing. Kemudian dia taruh belanjaannya dia.
kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin
Photo Kenangan Wayan Mirna bersama Suami
Suara penyidik : Oh sudah diatur? Mestinya dia taruh di bawah dong?

Suara saksi perempuan dari kafe : Iya, sofanya gede sekali.

Suara penyidik : Berarti sudah disetting sama dia penempatannya kursi-kursi? Gelasnya permasing
-masing kursi?

Suara penyidik 3 : Ya dengerin dulu. Jangan comment dulu.

Suara saksi perempuan dari kafe : Itulah kesulitan kita. Makanya kita nggak tahu itu apa yang dimasukin ke situ (minuman). Karena dia menghalangi CCTV.

Suara penyidik : Ngehalangin gelas?

Suara saksi perempuan dari kafe : CCTVnya jadi nggak bisa nyorot.

Suara penyidik : Jadi handbagnya itu ngalangin CCTV?

Suara ayah Mirna : Maksudnya dengan menghalangi CCTV itu dia taruh atau tidak taruh itu sudah modus.

Suara penyidik : Ya betul, Pak.

Suara saksi perempuan dari kafe : Setelah itu dia (Jessica)beraktifitas sendiri dengan minumannya. Dia taruh di bawah bagnya, kemudian dia berubah pikiran. Taruhnya di belakang lagi. Nah ini nggak tahu nih maksudnya apa, tujuannya apa. Karena di belakangnya itu ada tanaman lalu ada space. Mungkin nanti kalau lihat TKP-nya bisa dicek.

Suara ayah Mirna : Setelah dia kerja beres, baru dipindahin lagi? Terus dia takut, dipindahin lagi?

Suara saksi perempuan dari kafe : Nggak tahu. Kemudian datang mbak Mirna dan mbak Hani jam 17.25.

Suara ayah Mirna : Kita mau recover nama baik you.

Suara saksi perempuan dari kafe : Oke lah sekitar setengah 6 kita lihat, Mbak hani dengan Mbak Mirna datang. Kemudian sudah disetting duduknya. Kelihatannya sudah diatur. Minumannya sudah sejam kayanya juga esnya sudah mencair. Kalau dipegang sudah tidak dingin-dinginnya sama sekali.

Suara ayah Mirna : Stop sampai situ dulu. Sekarang saya tanya kenapa anak saya ngomong "Ini kopi kok baunya jamu? Nggak layak dijual." Terus saya suruh liat mantu saya yang belaga beli itu. Itu sebenarnya saya suruh lihat dulu. Saya suruh beli "Coba lu hans beli dulu, coba cium sama apa ga?" Ternyata lain (baunya).

Berarti ini minuman waktu di tangan Jessica sudah dikasih sesuatu sampai bau jamu tadi. Itu pikiran saya sama Komandan. Cuma yang jadi masalah apakah si Rangga ini ada satu lack of something seperti alat pembersih atau cleaner disitu? You nggak berani ya?

Suara saksi perempuan dari kafe : Nggak, nggak karena kita pakai standart.

Suara ayah Mirna : Oke pasti you bela diri. Cuma nanti saya mau liat TKP juga. Nggak pernah tuh ya bau jamu.

Suara saksi perempuan dari kafe : Tidak ada karena kita tuang air panas di depan tamu. Lalu Mbak Hani sama Mbak Mirna datang duduk di tempat masing-masing. Sudah duduk di tempat masing-masing. Posisi Mbak Mirna di tengah.

Suara penyidik : Waktu datang gimana?

Suara saksi perempuan dari kafe : Waktu datang, "Hai", cipika cipiki biasa. Kita lihat biasa saja. Kita nggak lihat langsung itu.

Suara ayah Mirna : Ada yang aneh nggak? Siapa tahu kan lesbian ini.

Suara saksi perempuan dari kafe : Oh saya nggak tahu. Lalu mereka duduk.

Suara penyidik : Yang mengarahkan duduk?

Suara saksi perempuan dari kafe : Oh yang mengarahkan duduk Jessicanya.

Suara penyidik : Yang ngarahin duduk Jessica? Jadi sudah diblock sama Jessica?

(Mereka memeragakan jesicca bertemu hani dan mirna)

Suara penyidik : Bu Mirna udah kena jaring, dia di tengah.

Suara saksi perempuan dari kafe : Ini sudah disediain minuman. Kita nggak tahu percakapannya seperti apa karena di CCTV tidak bisa kedengeran. Dia minum satu shot, "slrup.." gitu. Dia ada penolakan, ada gestur "Apa sih!" Terus mukanya kaya panas gitu. Jadi kita hitung dia sampai 6x melakukan seperti ini.

Dia minum sedikit doang. Kemudian dia begini berkali-kali. "Panas...panas...panas..." gitu. Kemudian mungkin dia pikir biasa aja gitu kan. Mbak Hani ini panik.

Kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin
Wayan Mirna Salihin
Suara ayah Mirna : orang bener, orang bener.

Suara saksi perempuan dari kafe : Dia tanya "Kenapa?" , (Jessica jawab) "nggak tahu, nggak tahu". Nggak lama kemudian dia collapse, kejang, tangannya kaku. Kemudian staf-staf kita datang.

Suara penyidik : Sebentar, saya mau tanya respon dari pada si Jessica ini saat dia (Mirna) kejang seperti apa?

Suara ayah Mirna : Tenang katanya.

Suara saksi perempuan dari kafe : Yang saya lihat, Jessica itu sebelah saya, itu dia tenang sekali menurut saya dibanding satunya yang panik bukan main.

Suara penyidik : Jadi tenang sekali?

Suara ayah Mirna : Termasuk tenang lah itu.

Diduga suara saksi perempuan dari kafe : Justru karena kita mau tolong dia (Mirna). Dia (Jessica) block jalan.

Suara penyidik : Tetep dia berdiri disitu?

Suara saksi perempuan dari kafe : Sampai kita minta, "Mbak maaf mbak,". Kita mau ke Mbak Mirnanya. "Oh ya silahkan". Yang handle pertama saya, manager, staf.

Suara penyidik : Saat Mbak datang itu masih duduk Jessicanya? Mbak mau nemuin Bu Mirna mesti lewat Jessica dulu kan? Jadi pada saat datang dia masih dalam posisi duduk begitu? Cuek saja gitu?

Suara saksi perempuan dari kafe : Masih duduk.

Suara ayah Mirna : Nggakm ada reaksi? Kalau orang kan liat temen gitu pasti mau nolong.

Suara penyidik : Linglung? Ya, begitu pasti sudah berdiri langsung nolong.

Pemakaman Wayan Mirna Salihin
Suara saksi perempuan dari kafe : Ada satu lagi manager kita berusaha masuk, karena kita mau menyilang badannya dia (Jessica), kita mau nolong nggak bisa. Sampai kita pikir "Please kalau lu nggak mau bantu, keluar dulu (dari meja). Kita mau bantu. Kalo lu nggak mau bantu please diri dulu karena kita mau lewat."

Sampai kita bilang "Mbak maaf mbak, kita mau ke sana. Mbaknya boleh berdiri dulu?" 

Sampai akhirnya dia bilang "Oh ya silahkan". Sekali doang. Kemudian kita tolong karena dia kaku. Saya sempat ambil tisu. Kemudian mba Jessica ini bilang "Ini minumannya campur apa sih?" Trus karena saya denger, saya "Loh kok minuman gitu?".

Saya langsung sadar diri, saya ke bar, saya minta minumannya yang tadi diangkat dari meja itu. Saya minta jangan apa2in saya langsung masuk ke dalam saya coba. Saya coba karena ada sedotannya, saya coba ditetesin sedikit. Untung saya tetesin sedikit bukan begini ya.

Suara penyidik : Langsung pengaruh?

Suara saksi perempuan dari kafe : Saya tetesin ke ujung lidah, itu lidah saya kebas setengah jam. Saya sempet muntah. Bartender saya, kapten saya sempat coba tapi cobanya begini (menirukan suatu gerakan). Dia muntah.

Suara ayah Mirna : Tapi dia nggak ditelan?

Suara saksi perempuan dari kafe : Ngga ditelan saja dia muntah. Ada di mulut, dia nggak telan, dia langsung muntah.

Benarkah Jessica Pelaku Pembunuhan Wayan Mirna?
Suara penyidik : Itu rasanya pahit gitu?

Suara saksi perempuan dari kafe : Pahit, bau...baunya sangat bau kimia. Lidah saya kebas setengah jam. Jadi saya nggak bisa rasa lidah saya.

Suara ayah Mirna : Itu pasti poison. Kalau lihat dari CCTV itu gerakannya sangat cepat. Itu Mirna kaku cepat sekali makanya saya bilang saya ngeliat CCTV sampai merinding. Hanya hitungannya menit sudah kaku.

Suara saksi perempuan dari kafe : Dua menit reaksinya. Kemudian Saya kembali lagi ke table. Oh sebelum kembali ke table, saya sempet ambil tisue mau ngelap busanya.

Suara ayah Mirna : Kenapa anda nggak ada pikiran kasih minum susu banyak?

Suara saksi perempuan dari kafe: Karena sudah nggak responsif Pak. Sudah begini. Kita takut apa yang dikonsumsi itu masuk paru-paru Langsung masuk paru. Kita ngga mau ambil risiko juga. Karena dia sudah ga responsif dipegang aja sudah nggak bisa..

Suara ayah Mirna : Karena dipikirannya bukan keracunan ya?

Suara saksi perempuan dari kafe : Kita dipikiran nggak ada keracunan. Kita pikir, makanya saya sempat tanya Mbak Hani "Mbak maaf boleh telepon keluarganya? Mungkin ada history epilepsi atau minum obat," (Hani jawab) "Saya nggak tahu nomornya, saya nggak tahu keluarganya". (Saksi dari kafe) "Mungkin ada nomor pacarnya atau suaminya?", (Hani jawab) "Oh ya ada suaminya". Mbak hani lah yang telepon suaminya.

Jessica Kumala Wongso
Foto Jessica Kumala Wongso 
Ayah : datang suaminya?

Cwe : blm pak. Jadi selama dia proses tlp ini, kita udah panggil doorman dari GI bawa wheelchair, ini sudah kaku sudah tidak bisa digerakkan. Otomatis kita...

Suara ayah Mirna : Tapi masih hidup toh?

Suara saksi perempuan dari kafe : Masih...masih.. Orang dia masih bernafas. Kita minta dia dibawa ke klinik karena lebih baik ditangani oleh yang berpengalaman gitu kan. Oleh dokter. Jadi kita bawa ke klinik. Tapi kaki sudah tidak bisa ditekuk. Kita bantu tekuk, baru bisa dibawa ke klinik. Ditemenin ke bawah.

Suara saksi pria : jadi pas ada reaksi seperti itu, kan saya juga di belakang restoran, dimana saya dapat laporan ada customer yang lagi sakit. Jadi saya langsung ambil action setahu saya ada klinik di Grand Indonesia.

Saya cari ke Pusat Informasi "Tolong dibantu ada dokter nggak. Kalo memang ada dokter tolong dibantu wheelchairnya. Kita pindahkan Mbak Mirna ke kursi roda kita lansung bawa ke klinik. Karena saya yang mengantar sampai klinik. 

Setelah sampai di klinik baru kita mau angkat dia ke tempat tidur buat di cek dokter, suaminya datang. Dia langsung "Sudah, ke dokter saja.". Saya juga lihat sampai Bu Mirna ini di bawa ke mobil. Cuma oksigen yang dipinjamkan oleh dokter klinik, dokter Yosua. Sudah gitu jalan, saya gatau lagi Pak. Saya kembali ke outlet.

Suara ayah Mirna : Dibawa ke Waluyo, saya sudah tau deh ceritanya.

Suara penyidik : Posisi dibawa ke ambulans itu masih hidup kan?

Suara saksi pria : Masih. Sempet dia masih lihat gitu.

Suara penyidik : Dibawa ke klinik itu Jessicanya gmn?

Jessica Kumala Wongso
Pra Rekonstruksi Jessica Kumala Wongso di Kafe Olivier
Suara saksi pria : Masih ada di situ. Saya lihat yang nyupir itu suami korban terakhir, di depannya itu ada Mbak Hani. Jesiccanya di belakang. Dia sempet kebingungan karena kepalanya (Mirna) itu ditaruh di pahanya Mba Jessica karena saya bilang "Itu jangan tiduran.

Kalau mau duduk di situ, palanya taruh di atas." Jadi abis itu langsung jalan, kita nggak tahu lagi. Tapi memang saya dengar pihak sekuriti gedung menanyakan data-data. Di situ kita tahu namanya Bu Mirna, dan jessica memberikan nomor Jessica.

Suara saksi perempuan dari kafe : Karena setiap reservasi itu selalu kita minta nomor telepon. Jadi kalau jam setengah 8 tidak ada kabar, kita yang telepon sendiri ke Jessicanya.

Pemirsa beritaterbaru.id semoga saja misteri kasus pembunuhan Wayan Mirna yang tewas akibat minum kopi bercampur racun sianida akan segera terungkap dan dapat menangkap tokoh pelaku sebenarnya, kita doakan saja agar aparat Kepolisian dapat bertindak profesional dalam menangani kasus tersebut agar tidak menjadi permasalahan yang berlarut-larut lagi.

Rumah Dibakar Warga Kalbar, Anggota Gafatar Akan Dipulangkan Ke Kampung Halaman

Pasukan gabungan TNI dan Polri telah memindahkan ratusan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) ke Pontianak, Kalimantan Barat pada hari Rabu (20/1) setelah rumah yang mereka tempat di Kabupaten Mempawah, pesisir Kalimantan Barat dibakar oleh warga.

“Anggota Gafatar mulai berdatangan ke pusat penampungan sementara di Kodam VII Tanjungpura pada Selasa siang, karena mereka tidak punya lagi tempat untuk tinggal,” ujar Kadiv Humas Polda Kalimantan Barat, AKBP Arianto.

“Ada ratusan anggota polisi dan tentara yang masih berjaga di sekitar lokasi tempat tinggal mantan anggota Gafatar tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata AKBP Arianto seperti dikutip Tempo.

Anggota kelompok Gafatar yang diungsikan pihak aparat di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Sumber: Kompas
Pengetatan keamanan ini diberlakukan setelah evakuasi dijalankan. Sebelumnya, sembilan rumah yang ditinggali oleh anggota Gafatar dibakar oleh warga Mempawah yang mengklaim telah berulang kali memaksa mereka untuk meninggalkan kabupaten tersebut.

“Warga harusnya mencegah diri mereka berbuat tindakan kriminal. Permasalahan ini biarlah diambil oleh pihak berwenang yang mampu menanganinya,” tambah Arianto.

Bupati Mempawah, Ria Norsan mengatakan setelah permasalahan ini diselesaikan, mantan anggota Gafatar ini akan dipulangkan dengan menggunakan jalur kapal. Pemda telah menganggarkan dana untuk memulangkan mereka dan akan mengatur aset serta rumah yang dimiliki oleh anggota tersebut.


Sebelumnya pada hari Senin (18/1) satu unit mobil yang terparkir di kantor Bupati Mempawah dibakar karena pemiliknya yang masih terkait dengan Gafatar, mencoba bernegosiasi dengan Pemda mengenai ultimatum yang dikeluarkan oleh warga untuk mengusir kelompok anggota mereka. Warga yang kesal kemudian membakar sembilan rumah yang dihuni anggota Gafatar yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Warga Timur Suriah Terpaksa Jual Emas dan Rumah Untuk Membeli Makanan

Di Kota Deir el-Zour, sebelah timur Suriah, persediaan yang semakin menipis membuat warga rela menjual emas, barang-barang berharga dan bahkan rumah mereka untuk mendapatkan makanan ataupun akses keluar dari kepungan tentara Suriah, oposisi, dan ISIS untuk menuju Eropa.

Kelompok militan telah memblokir akses ke area milik pemerintah di kota tersebut selama setahun lamanya, membuat 200 ribu warga perlahan mengalami kelaparan. Sementara itu, tentara yang mendukung Bashar al-Assad ataupun militant oposisi dan ISIS memanfaatkan penderitaan mereka.

Meski perhatian dunia sedang tertuju ke berita kemenangan pasukan Assad yang merebut kembali kota Madaya dekat ibukota Damaskus, namun pihak PBB dan aktivis kemanusiaan mengatakan bencana sedang melanda Deir el-Zour.

Anggota ISIS mengumpulkan persediaan rokok di kota Homs, Suriah. Sumber: Cyberwar.news
Perang berkepanjangan membuat kota yang dulunya kaya akan minyak ini menjadi tempat yang bahkan untuk membuat teh sajapun sulit. Menurut pengakuan warga yang mengungsi keluar Suriah, mereka memilih untuk meninggalkan kota tersebut karena kurangnya air, makanan, dan bahan bakar.

Kebanyakan orang hanya hidup dari roti dan air, dan mereka harus menunggu lama untuk mendapatkan keduanya. Air keran seringkali mati selama beberapa hari, dan air yang keluar selama beberapa jam biasanya berwarna keruh.

PBB pada minggu lalu mengatakan bahwa kondisi kehidupan di kota tersebut telah memburuk parah. Pelajar seringkali absen dari sekolah karena kekurangan gizi. Satu-satunya rumah sakit sipil yang bertahan sangat membutuhkan obat-obatan dan persediaan lainnya, termasuk tenaga medis.


ISIS yang mengelilingi sisi luar Deir el-Zour mencegah warga dan bantuan datang dari jalur darat. Sementara itu, pihak pemerintah Suriah yang mengendalikan sebagian kota dan bandaranya tidak mengizinkan bantuan datang dari udara, ataupun membiarkan warga pergi keluar kota.

Nusakambangan Diperketat Untuk Mencegah Penyebaran Paham Radikalisme

Meskipun kebanyakan tersangka kasus terorisme kini mendekam di penjara Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, namun mereka masih mungkin menyebarkan paham radikalisme kepada pengikutnya. Ini karena sebagai tahanan mereka diberi kebebasan oleh pihak sipir Nusakambangan untuk dijenguk pada saat jam besuk dari Senin hingga Jumat.

Pengikut tersangka kasus terorisme yang kini mendekam di Nusakambangan seperti Aman Abdurrahman dan Abu Bakar Ba’asyir dilaporkan sering menerima tamu karena tidak dilarang oleh sipir di Nusakambangan. Semua tersangka tidak peduli apa perbuatannya berhak untuk dikunjungi pada jam besuk rutin oleh anggota keluarga, sanak saudara, dan teman.

Tersangka teroris Aman Abdurrahman yang kini mendekam di Nusakambangan. Sumber: Tempo
Polri menduga ada keterkaitan yang kuat antara serangan teroris di Sarinah, Jakarta Pusat, pada hari Kamis (14/1) dan kelompok yang dipimpin oleh Bahrun Naim. Bahrun Naim diketahui adalah salah satu pengikut dari Aman Abdurrahman.

Aman ditahan di rutan Kembang Kuning bersama dengan tersangka teroris lainnya. Sementara itu, Abu Bakar Ba’asyir dan belasan tersangka teroris lainnya ditahan di rutan Batu. Total ada sekitar 50 tersangka teroris yang sedang menjalani tahanan di berbagai rutan di Nusa Kambangan.

Juru bicara Komnas HAM Jawa Tengah, Molyanto mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah dan Polres Cilacap untuk memperketat pengamanan di rutan Kembang Kuning yang saat ini menampung Aman Abdurrahman.

“Kami telah diberitahu bahwa ada keterikatan yang kuat antara teroris bom Sarinah dan Aman Abdurrahman. Oleh karenanya, kami mengambil langkah untuk memperketat keamanan disana, dengan melibatkan personil TNI dan Polri,” ujar Molyanto.


Sebelumnya, Abu Bakar Ba’asyir dan Aman Abdurrahman diketahui pernah menyatakan mendukung gerakan ISIS di Suriah dan Irak dari penjara.

Antisipasi Gerakan Terorisme, Pemda Gelar Siskamling

Pemda Jakarta akan memberlakukan kembali siskamling yang dulu digunakan sebagai alat keamanan masyarakat pada zaman Orde Baru. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah tindak terorisme dengan menekan munculnya bibit-bibit kelompok teroris mulai dari lingkungan warga.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat mengatakan bahwa siskamling yang pertama kali digagas oleh Soeharto pada tahun 1981 akan digalakkan kembali melalui aturan yang mengatur tentang kewajiban untuk melapor bagi tamu yang tinggal di suatu RT/RW selama lebih dari 48 jam.

Ilustrasi siskamling
“Siskamling harus diaktifkan kembali untuk mencegah segala tindak terorisme, karena ini bisa terjadi dimana saja. Teroris bisa saja berada di lingkungan sekitar Anda,” katanya saat ditemui di Jakarta pada Jumat (15/1).

Jika diperlukan, tambah Djarot, pihaknya akan mengeluarkan surat resmi untuk mengaktifkan kembali jaga malam bergilir antar warga.

Siskamling nantinya akan diatur di tingkat RT dan RW. Masing-masing keluarga akan diharuskan untuk mengirim perwakilan untuk bergabung dengan patroli warga yang terdiri dari 3 orang atau lebih, berdasarkan jadwal yang telah disepakati bersama.

Selain Pemda DKI, pemerintah daerah di sekitar Jakarta seperti Bogor, Tangerang, Serang, dan Bandar Lampung juga bersiaga dengan memerintahkan warga untuk mengadakan siskamling. Di Bandar Lampung sendiri, warga kecamatan mulai mengorganisasikan siskamling demi menciptakan rasa aman di lingkungan warga.


“Siskamling tadinya mulai redup, tapi semenjak ada perintah dari Pemkot, kami menggelar kembali kegiatan ini,” ujar seorang warga di Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung, pada hari Sabtu (16/1).

Pria Tertua Di Dunia Meninggal Di Usia 112 Tahun

Yasutaro Koide, pria tertua di dunia yang adalah seorang warga Jepang, meninggal pada hari Selasa (19/1) kemarin di usia 112 tahun setelah menderita gangguan jantung kronis. Demikian menurut pejabat setempat.

Koide mengatakan rahasia hidup panjangnya adalah tidak merokok, minum (alcohol), ataupun bekerja secara berlebihan. Kakek yang lahir pada 13 Maret 1903 ini kemudian meninggal dua bulan sebelum ulang tahunnya yang ke 113.

Yasutaro Koide saat menerima penghargaan Guinness World Records sebagai pria tertua di dunia. Sumber: Associated Press
Di tahun kelahirannya, Wright bersaudara mencatatkan kejadian bersejarah dengan menerbangkan pesawat pertama di Kitty Hawk, North Carolina. Pada tahun tersebut juga Kekaisaran Jepang yang sudah mengalami modernisasi, berebut dengan Rusia untuk mendapatkan daerah pesisir timur Tiongkok yang dikenal dengan nama Manchuria. Perebutan ini akhirnya pecah menjadi Perang Russo-Jepang pada tahun 1904.

Koide (pengucapan: “Ko-ee-deh”) bekerja sebagai penjahit semasa mudanya. Umur panjangnya pun diakui oleh Guinness World Records sebagai pria tertua pada Agustus 2015 silam.

Kementerian Kesehatan, Pekerjaan, dan Kesejahteraan Jepang mengatakan ia wafat di sebuah rumah sakit di Nagoya, Jepang tengah, tempat ia dirawat karena menderita gangguan jantung.

Rekor pria tertua Jepang kini dipegang oleh Masamitsu Yoshida, warga Tokyo berusia 111 tahun yang lahir pada 30 Mei 1904. Belum pasti apakah Yoshida juga akan dinobatkan sebagai pria tertua di dunia.

Jepang yang memiliki permasalahan kurangnya angka kelahiran memiliki sekitar 61.000 orang yang berusia diatas 100 tahun, demikian menurut informasi dari pencatatan registrasi keluarga di negara tersebut. 90 persen diantaranya adalah wanita.


Wanita tertua di dunia masih dipegang oleh seorang warga Amerika Serikat berusia 116 tahun, Susanna Mushatt Jones. Ia tinggal di Brooklyn, New York.

Anggota Polisi Ditembak dan Ditusuk Saat Lakukan Operasi Narkoba

Dua anggota polisi tertembak saat melaksanakan operasi penangkapan tersangka bandar narkoba di Jakarta Utara. Di tempat berbeda, sekelompok orang dilaporkan menyerang regu kepolisian yang menyisir tempat yang diduga menjadi sarang bandar narkoba di Jakarta Timur.

Di Jakarta Timur, empat anggota polisi terpaksa menceburkan diri ke dalam kali setelah sekelompok orang bersenjata tajam mengepung mereka di tepi Kali Ciliwung. Demikian disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti pada hari Selasa (19/1). Tiga petugas berhasil selamat sementara 1 lainnya masih belum ditemukan.

Anggota kepolisian dari Polda Metro Jaya saat melakukan penyergapan rumah bandar narkoba di Jakarta Timur. Sumber: Kompas
Krishna menyebutkan salah seorang perwira di satuan narkotika Polsek Senen, Iptu Haryadi Parbowo, menderita luka tusuk di bagian perut setelah tak kuasa lari dari kepungan kelompok bersenjata tersebut.

“Pada saat penyergapan, tersangka bandar narkoba (seorang perempuan) dan anaknya berteriak memanggil sekelompok orang yang bukan warga sekitar. Mereka ini semacam pelindung istilahnya,” ujar Krishna seperti dilaporkan Kompas.

Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Hendro Pandowo mengatakan insiden tersebut dimulai ketika lima anggota polisi menyergap sebuah rumah di Jalan Slamet Riyadi, di Matraman, Jakarta Timur, pada Senin malam.

“Beberapa warga yang dibekali senjata tajam menyerbu rumah tersebut dan mencoba menyerang polisi yang ingin menangkap tersangka penyelundup narkoba,” ujar Hendro. Ia menambahkan seusai serangan tersebut, tersangka kemudian melarikan diri.

Setelah insiden ini, belasan polisi terlihat berjaga di sekitar Kampung Berland yang dikenal sebagai sarang penyelundupan narkoba.


Sementara itu, anggota kepolisian dari Jakarta Barat, Iptu Supriyatin dan Briptu Aris tertembak saat hendak menangkap tersangka narkoba di Jalan Bugis, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Tersangka bernama Ical menembak kedua polisi tersebut saat masuk ke rumahnya.

Maroef Sjamsoeddin Mengundurkan Diri Dari Jabatan Presiden Direktur Freeport

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin, secara resmi menyatakan pengunduran dirinya pada hari Senin kemarin, di tengah banyaknya isu yang melanda perusahaan pertambangan di Papua ini, baik di Indonesia maupun di pasar internasional. Freeport masih harus berurusan dengan isu divestasi dan izin ekspor yang sebentar lagi akan habis.

Maroef Sjamsoeddin sebelumnya menjabat sebagai Marsekal Muda TNI dan pernah menjadi Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) periode 2011-2014. Berdasarkan email yang beredar di karyawan Freeport, Maroef mengutip kontrak kerja yang sudah melewati batas sebagai alasannya untuk mengundurkan diri.
Maroef Sjamsoeddin saat bersaksi di sidang Mahkamah Kehormatan DPR. Sumber: detik.com
Juru bicara Freeport, Riza Pratama mengkonfirmasi kebenaran email tersebut. “Benar, beliau sudah mengundurkan diri,” katanya. Namun Riza menolak berkomentar lebih lanjut perihal alasan dibalik pengunduran dirinya.

Pengunduran ini terjadi setelah sebelumnya Presdir Freeport ini harus terlibat dalam sidang Mahkamah Kehormatan DPR dalam kasus “papa minta saham” yang melibatkan Setya Novanto. Setya pada saat itu mengklaim telah mendapat persetujuan dari Joko Widodo dan Jusuf Kalla untuk mendapat jatah saham Freeport sebagai tanda terima kasih demi memperpanjang kontrak karya mereka yang akan habis pada 2021 mendatang. Maroef pulalah yang membeberkan rekaman percakapan kepada Mahkamah Kehormatan DPR.

Maroef Sjamsoeddin mengambil alih tampuk kepemimpinan Freeport pada Januari 2015 silam, dan menjadi Presiden Direktur pertama perusahaan tersebut yang dipekerjakan dengan kontrak satu tahun.

Pemerintah Beri Santunan Rp15 Juta Untuk Korban Bom Sarinah

Pemerintah akan menyediakan kompensasi kepada korban serangan bom yang terjadi pada Kamis, 14 Januari silam yang terjadi di sekitar pusat perbelanjaan Sarinah di Jakarta Pusat. Keluarga korban yang wafat akan menerima kompensasi sekitar 15 juta rupiah, sedangkan korban yang masih hidup akan menerima 5 juta rupiah, demikian disampaikan oleh Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah pada hari Selasa (19/1) kemarin mengatakan bahwa pemerintah telah mulai memberikan kompensasi tersebut kepada para korban.

Pada hari Senin kemarin dikonfirmasi bahwa empat orang teroris dan empat orang warga sipil tewas, sementara ledakan bom dan adu tembak yang terjadi di sekitar lokasi melukai 20 orang lainnya, dimana sebagian besar adalah warga yang sedang lewat.
 
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, didampingi Kapolri Jend. Badrodin Haiti dan Kapolda Metro Jaya, Irjen Tito Karnavian saat menjenguk korban bom Sarinah. Sumber: detik.com
Kompensasi ini akan dikirim melalui transfer ke rekening bank korban yang masih hidup pada saat mereka meninggalkan rumah sakit.

Khofifah menjelaskan bahwa bagi korban yang meninggal, keluarga diharuskan untuk menyerahkan surat keterangan meninggal, serta dokumen resmi yang menyatakan nomor rekening bank dan alamat penerima. Demikian dilaporkan Kompas pada hari Selasa.

Keluarga dari korban meninggal yang tidak wafat di rumah sakit akan diminta untuk menyerahkan surat keterangan dari RT/RW. “Kenapa harus dari ketua RT/RW? Supaya ada informasi yang cukup dan jelas mengenai korban yang bersangkutan,” ujar Khofifah.


Sebelumnya pada hari Sabtu (16/1) satu orang warga yang mengalami luka serius akibat ledakan bom tersebut meninggal dunia di rumah sakit.

Peduli Masa Depan, Pelajar Wajib Perhatikan 3 Aspek Ini

Sekolah adalah wadah atau sarana para pelajar untuk berlatih dan belajar kompetisi. Dengan tujuan mengajarkan anak untuk menjadi anak yang mampu memajukan bangsa. Banyak kegagalan-kegagalan dan keberhasilan yang terjadi selama mendidik di sekolah. Namun, kegagalan dan keberhasilan tersebut dapat kita jadikan sebagai pengalaman untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.

Ada tiga aspek yang sangat penting yang harus diperhatikan bagi para pelajar yang peduli dengan masa depannya, menurut Direktur DMI Indonesia dan Staff Ahli GM Primagama, Teguh Sunaryo. Siapa sih yang tak mau dengan masa depan yang cemerlang dihadapan kita, apalagi mempunyai prestasi disekolah serta sukses dikehidupan nyata? Peduli masa depan, pelajar wajib perhatikan 3 aspek ini. Mari kita bahas satu persatu :

Pertama sukses dengan mengasah kognitif (sains) di sekolah. Kedua sukses berorganisasi dalam rangka mengasah afeksinya (emosi dan mental). Dan terakhir, ketiga sukses mengenal jati dirinya (potensi) dalam rangka mengembangkan psikomotorinya.


Ketiga aspek itulah yang harus kalian kembangkan di sekolah. Karena ketiga aspek tersebut sangatlah penting dan sekarang ini sedang dikembangkan di primagama. Dengan Smart Solution-nya dan REC (Remedial, Enrichment, Consulting), dengan bimbingan belajar primagama akan dapat membantu kalian sukses di sekolah dengan prestasi yang tinggi.

Dengan melalui Program Added Value yang berupa Life Skill Education (AMT, Leadership), Primagama akan membantu kalian para siswa untuk mengembangkan emosi sukses dan mental leadership. Dan dengan DMI (Dermatoglyphics Multiple Intelligence) Assessment, bimbel Primagama siap untuk membantu kalian menonjolkan bakat dan mengenali potensi pada diri lainnya.

Kemudian, Teguh menjelaskan bahwa untuk meraih kesuksesan sekarang ini, belajar dengan giat dan kegiatan belajar tambahan tidaklah cukup. Karena sukses adalah kombinasi yang optimal antara bakat, minat dan cara hidup yang sehat. Banyak bukti ditengah-tengah masyarakat jika sukses di sekolah saja belum tentu memberikan jaminan sukses bagi masa depannya.

Setiap siswa pastilah ingin maupun berharap dapat naik kelas dengan nilai yang memuaskan dan lulus sekolah dengan mendapat prestasi yang tinggi. Sebagai Lembaga Pendidikan berpengalaman dan telah melahirkan Smart Generation , Primagama sangat siap untuk membantu adik-adik sukses di sekolah dan mempersiapkan masa depan yang matang.

Setelah belajar di sekolah dengan teori secara maksimal, kalian para pelajar dapat melakukan berbagai kegiatan ataupun latihan soal di bimbel Primagama secara leluasa. Kalian bisa memilih jam belajar, pilih hari bimbingan, dan kalian juga bisa menanyakan tugas-tugas dengan nyaman tanpa beban. bebas dan merdeka di Primagama!

Belum Mau Pacaran, DJ Una Fokus Untuk Karier Musik

Berparas cantik, populer, dan punya banyak talenta. Bukan tanpa alasan bagi Putri Una Astari atau dengan sebutan DJ Una untuk mendapatkan seorang kekasih. Namun baginya, hal yang terpenting bukanlah memiliki seorang kekasih, melainkan  DJ Una ingin fokus terhadap kariernya sebagai DJ.


Mau bagaimanapun, sampai sekarang DJ Una masih berstatus jomblo.  DJ Una mengaku jika dirinya ingin fokus terhadap karir yang sedang ia jalani. Pacar, kata gadis yang pernah berpose seksi di majalah pria dewasa ini, dikhawatirkan dapat menggangu fokusnya terhadap pekerjaannya.

"Gimana ya, kayaknya untuk asmara enggak dulu deh. Aku lagi sibuk untuk fokus pada pekerjaan, soalnya kalau punya pacar terus ngambek-ngambekkan malah jadi bikin pusing," ucap DJ Una yang menjelaskan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Walaupun di tengah kesibukannya, namun DJ Una tetap tidak menutup hatinya untuk pria yang mendekatinya. Dia tetap berharap jika suatu saat nanti bisa menemukan calon pendamping hidup sesuai dengan kriterianya. Una mengatakan, pria terbaik di matanya adalah pria yang menyenangkan dan bisa diajak diskusi apa saja, termasuk diskusi soal musik yang menjadi bidang profesinya.


"Yah kriteria sih pasti ada, tapi aku maunya kriteria pria yang menyenangkan lah, yang bisa diajak bercanda dan diskusi soal apa aja. Diskusi soal musik yah masuk dan kalau ngobrol sih nyambung aja gitu," sebut DJ Una.

Namun dari beberapa pria yang telah mendekatinya, dianggap belum cocok untuknya. "Menutup hati sih enggak, tapi yah ada beberapa yang deketin tapi sayangnya belum ada yang cocok," tambah perempuan cantik yang kelahiran 24 Oktober 1987 itu.

Astronot NASA Perlihatkan Bunga Pertama Yang Mekar Di Luar Angkasa

Akhir pekan kemarin, astronot NASA, Scott Kelly membagikan sebuah gambar bunga yang sedang mekar. Bunga ini ditanam dan dirawat oleh awak International Space Station (ISS) hingga dapat tumbuh seperti sekarang. Sebelumnya, organisasi astronot ini mengumumkan rencana mereka untuk menumbuhkembangkan tanaman bunga November silam.

“Sepucuk bunga telah mekar di ruang nol gravitasi.” demikian pengumuman yang diterbitkan oleh Kelly melalui akun Twitternya pada hari Sabtu (16/1). Ia kemudian menambahkan “Untuk kali pertama, bunga yang ditanam di luar angkasa melakoni debutnya! #SpaceFlower #zinnia #YearInSpace.” Kelly kemudian mencuit: “Ya, ada bentuk kehidupan lain di luar angkasa!”

Bunga zinnia yang berhasil mekar di Stasiun ISS. Sumber: Scott Kelly/Twitter
Tim ISS menanam bunga zinnia, yakni genus tanaman bunga matahari yang masuk dalam keluarga Daisy (Bellis perennis). Agustus 2015 silam, tim ISS mengambil sampel tanaman selada yang telah mereka tanam di stasiun luar angkasa tersebut, dan mengatakan rasanya “luar biasa.” Setelah memulai penanaman bunga zinnia pada November, Kelly mencatat kondisi tanaman tersebut mulai layu karena kelembaban udara yang berlebihan dan kurangnya aliran udara. Ia kemudian mengganti ruang penanaman dan merubah metode penyiraman tanamannya.

“Bunga zinnia sangat berbeda dari selada,” ujar Trent Smith, manajer proyek penanaman tanaman di ISS. “(Bunga) tersebut lebih sensitif terhadap terhadap parameter lingkungan dan ciri pencahayaan. Tanaman ini memiliki waktu penanaman yang lebih lama, yakni sekitar 60 hingga 80 hari. Jadi, tanaman ini lebih sulit dikembangkan. Karena bunga ini berhasil mekar, dan berhasil tumbuh dalam durasi yang lebih lama, maka tanaman ini dapat menjadi awal yang baik sebelum (kami) dapat menanam tomat.”

Tujuan Kelly adalah untuk mempelajari efek domisili jangka panjang di luar angkasa. Kemampuan untuk menanam tumbuhan diluar Bumi menjadi langkah awal yang penting dalam rangka membangun koloni manusia di luar angkasa, di Mars, dan planet lainnya.

Pakai Rok Mini, Sekelompok Pria Berdemo Di Jalanan Amsterdam Mengecam Pelecehan Seksual

Sekelompok pria di ibukota Belanda, Amsterdam terlihat berbaris dengan mengenakan rok mini, pada hari Sabtu (16/1) untuk menunjukkan dukungan mereka atas hak-hak perempuan menyusul serangkaian insiden pelecehan seksual yang terjadi di Cologne, Jerman, dan di beberapa kota di Eropa lainnya. Insiden ini dilaporkan banyak terjadi pada malam tahun baru.

Demonstrasi ini diselenggarakan oleh aliansi organisasi politik pemuda Belanda, termasuk Partai Hijau dan Partai Buruh. Menurut halaman Facebook yang dibentuk untuk menyebarkan berita tentang acara tersebut, 400 orang dilaporkan telah ambil bagian dalam pawai demonstrasi ini.

"Terlalu sering kita melihat kekerasan seksual terhadap perempuan sebagai kesalahan perempuan, yang dianjurkan untuk tidak memakai rok pendek. Rok pendek tidak bisa disalahkan," tulis panitia.

Kelompok demonstran yang berdemo dengan menggunakan rok mini di Amsterdam. Sumber: AD.nl
"Tahun lalu sekelompok warga keturunan Turki mengadakan demonstrasi di jalanan Amsterdam dan juga di Istanbul, untuk memprotes kematian Ozgecan Aslan, yang meninggal karena kekerasan seksual. Terinspirasi oleh demonstrasi tersebut, kami kemudian berjalan-jalan dengan mengenakan rok mini untuk menunjukkan solidaritas kami atas perempuan di Belanda, Cologne, maupun dimana saja di seluruh dunia."

"Jika Anda tidak punya rok di rumah, pinjamlah satu dan bergabunglah dengan kami. Celana pendek juga boleh," ujar panitia acara demonstrasi tersebut.

Selasa (12/1) minggu kemarin, Menteri Dalam Negeri Jerman, Thomas de Maiziere mengatakan pihak berwenang akan memudahkan hukum yang mengatur tentang deportasi imigran yang dihukum karena melakukan kejahatan. Aturan baru ini akan membuat Berlin lebih mudah mengusir orang asing, yakni mereka yang terlibat dalam suatu kasus telah dijatuhi hukuman satu atau lebih tahun penjara.

"Belum ada rencana mengenai hal ini sebelumnya," kata seorang juru bicara untuk menjawab pertanyaan tentang apakah undang-undang baru itu sedang dipertimbangkan atau memang sudah dikembangkan sebelum terjadinya insiden pelecehan seksual di kota Cologne.

Untuk Pencegahan Teror, Ahok Minta Peranan Ketua RT/RW Diperkuat

Sebagai penanggung jawab wilayah ibu kota, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ikut sibuk untuk mengingatkan semua masyarakat agar lebih peduli pada setiap potensi teror. Dan Ahok menyatakan, Jakarta merupakan kota terbuka, sehingga tidak ada larangan siapapun untuk memasuki ke Ibu kota. 


Untuk pencegahan teror, Ahok minta peranan RT dan RW diperkuat bagi pihak yang paling dekat dengan masyarakat dan harus diperkuat sebagai antisipasi aksi terorisme. Karena peristiwa itu cukup menyita perhatian lantaran terjadi di jantung ibu kota negara.

Hal tersebut disampaikan Ahok saat upacara bersama dengan Kapolda Metro Jaya dan Kodam Jaya dalam rangka untuk pengamanan di ibu kota. Makanya itu ketua RT/RW harus lebih peduli dan tetap waspada pada lingkungan sekitar.

"Kita sudah mulai besama TNI dan Polri untuk kerjasamanya. Jakarta terbuka, kita tidak bisa mengatakan orang luar Jakarta tidak boleh masuk ke Jakarta. Dan yang paling penting bagaimana RT dan RW mengenali warganya. Jangan sampai kejadian ini terulang lagi. Makanya itu seluruh Indonesia, RT/RW akan lebih ketat setelah peristiwa ini," ujar orang nomor satu se-DKI.

Menurutnya, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), petugas keamanan harus lebih sigap dan teliti jika melihat orang-orang yang mencurigakan dan bersikap tegas memeriksa tidak perlu sungkan. Dan untuk menggeledah barang yang mencurigakan jangan terlalu santun.

"Orang yang tidak mempunyai KTP Jakarta boleh datang kapan saja, kalau dia mau kerja, jalan-jalan, kuliah, kenapa mesti di razia. Yang paling kita harus waspadai itu kawasan yang kumuh seperti menyewakan kost-kostan yang tidak terdeteksi tempatnya dan itu yang harus kita tuntaskan. Makanya itu saya dorong ke rusun, kan enak," Pungkasnya.

Teroris Poso Yang Berhasil Dibunuh Ternyata Bukan Santoso

Seorang pria yang berhasil ditewaskan oleh regu polisi dan tentara dalam baku tembak di Pegunungan Tineba, Poso, Sulawesi Tengah, pada Jumat (15/1) pagi kemarin, ternyata bukanlah Santoso seperti yang dirumorkan akhir-akhir ini. Demikian disampaikan oleh pakar terorisme.

Mengutip informasi yang diambil dari regu operasi Poso, Rakyan Adibrata mengatakan bahwa tersangka teroris yang meninggal dan banyak diberitakan di media massa, teridentifikasi sebagai Basri. Ia adalah anggota senior dalam jaringan teroris Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) yang dipimpin oleh Santoso.

Regu operasi gabungan Camar Maleo di Poso. Sumber: JPNN
“Dia bukan Santoso, tapi Basri, seorang tersangka teroris yang berhasil melarikan diri dari penjara pada tahun 2013 silam,” ujar Rakyan kepada awak media pada Sabtu (16/1).

Ia mengatakan bahwa identitas mayat teroris tersebut kemungkinan besar sudah teridentifikasi lewat proses fisik, karena ujicoba DNA masih belum dapat dilakukan di Palu.

Basri, atau yang sering dipanggil Bagong, adalah anggota yang masuk dalam jajaran pimpinan kelompok MIT. Ia dulunya adalah anggota Jamaah Islamiyah yang berhasil kabur dari rutan Ampana di Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah, pada 19 April 2013. Ia kabur setelah divonis hukuman 19 tahun penjara karena melakukan serangan bom serta pembunuhan besar-besaran di Poso dari tahun 2004-2006.

Pemerintah telah mencari Basri dan Santoso dengan melakukan operasi Tinombala, sebagai lanjutan dari operasi gabungan TNI-Polri yang diberi nama “Camar Maleo.” Basri dilaporkan tewas tertembak pada hari Jumat. Operasi ini ditujukan untuk memburu dan membinasakan MIT yang beroperasi di seputar wilayah Poso, Sulawesi Tengah.


Sebelumnya, foto anggota MIT yang berhasil ditewaskan oleh regu operasi TNI-Polri banyak beredar di media. Gubernur Sulawesi Tengah, Longko Djanggola, dan mantan anggota teroris Poso, Pian Djumpai mengatakan bahwa foto tersebut mirip dengan Santoso. Keterangan ini akhirnya terbantahkan.